Dialog peradaban dengan Prof. DR. Martha Catherine Beck (Professor of Phylosophy from Lyon Collage USA) yang berjudul :

Modal Dasar, Grand Design dan Karakter Bangsa Amerika Serikat Menjadi Bangsa Termaju di Dunia”

 

Seminar Sendiri di resmikan oleh bapak wakil walikota Sukabumi Bapak. DR. H. Mulyono, dalam pembbukaan nya beliau begitu antusias membuka seminar tersebut, dalam kutipan pembukaan nya adalah bahwa indonesia adalah negara yang melimpah ruah yang menjadi modal untuk menjadi negara yang maju,  dihadiri oleh Sekretaris MUI Kota Sukabumi Bapak. Ade Juanda, S.Ag. M.Ag , Perkumpulan MAGIZ, Mahasiswa STIE-STMIK PASIM SUKABUMI, Siswa-siswi SMA dan Para mahasiswa dari PT di Sukabumi dan semua santri pesantren dzikir al-fath dan bapak Prof. H. Tajul Arifin, MA yaitu Guru besar UIN SGD bandung yang mendampingi Prof Martha yang di laksanakan di Pesantren Dzikir Al-Fath perumahan Gading Kencana Asri Blok G Kota Sukabumi.

Dalam presentasi nya Martha menyampaikan bahwa Amerika dalam pemerintahannya meemisahkan antara agama dengan pemerintahan ataubisa dikatakan menganut paham sekulerisme, individualisme dan matrelistis. maka karenanya beliau bangga dengan Indonesia yang menganut paham pancasila yang mana dalam point pertama pancasila yaitu #1. Ketuhanan yang maha ESA. sebelum melanjutkan sila selanjutnya Tuhan di tempatkan sebagai naungan di sila-sila berikutnya hal ini sangat berbeda sekali dengan pemikiran orang Amerika, yatu bahwa Agama itu adalah urusan masing-masing tidak ada pendanaan ataupun orgasnisasi agama dari pemerintahnya  Indonesia Bisa besar katanya jika kita bisa mewujudkan pancasila tersebut. Pandangan beliau tentang Islam adalah islam tidak seperti yang digambarkan identik dengan terorisme karena kata belaiau teroris itu bisa saja orang non muslim mau orang dari negara manapun kalau  teroris tetap saja teroris tidak melulu memandang islam identik dengan kekerasan. kemudian beliau juga bangga bagaimana orang indonesia tetap hidup bersama dalam kehidupan yang multikultur, multietnis, dan dengan agama yang berbeda dapat hidup berdampingan inilah modal awal untuk menjadi sebuah negara yang maju dan kuat.

Beliau berbicara mengenai masalah racisme terhadap kaum kulit hitam bahwa meskipun presiden Amerika Serikat pada Saat ini berasal dari bangsa kulit hitam tapi masih saja ada sebagian kelompok yang rasisme terhadap orang kulit putih, diapun menyingkap sebuah rahasia “Presiden Amerika Barack Obama dipilih karena beliau mampu membangkitkan perekonomian yang pada saat itu sedang kolep di Amerika ketimbang dengan Bush”.

Prof. DR. Tajul Arifin , MA, Prof DR Martha Catherine Beck dan Bapak Muhammad Fajar Laksana SE, CQM, MM.. Pemberian Senjata Kujang kepada DR Martha Catherine Beck sebagai hadiah

kesimpulan nya adalah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai bangsanya sendiri begitupun menurut Martha bahwa untuk menjadi negara yang maju harus mencintai negara nya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *